Showing posts with label wanita islam. Show all posts
Showing posts with label wanita islam. Show all posts

Monday, March 12, 2007

Jika...

Jika kamu memancing ikan.... Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.... Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja.... Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup. Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang... Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.... Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja.... Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu.... Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar keperluanmu.... Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menambalnya semula....Akhirnya ia dibuang .... Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.... Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya.... Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.... Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.... akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.... Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi... yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain.. Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan menyesal. Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..... yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain. Kamu juga yang akan menyesal. -------------: Sarikata.com :-

Hidup adalah berpacu dengan waktu

KotaSantri.com : Pernah suatu saat aku melihat seseorang yang begitu putus asa dalam menghadapi hidup. Bahkan dia tidak mau lagi mempunyai cita-cita atau tujuan hidup karena dia tidak tahu untuk apa hidup itu sebenarnya.Ketika semua hal sudah didapatkan, dari karir, keluarga yang lengkap, harta, prestise, isteri yang cantik, suami yang tampan, semua sudah ada dalam tangannya. Tetapi kemudian dia merasa bosan, bingung untuk apa selanjutnya hidup ini. Perasaan hampa dan kosong begitu sering mengganggu malam-malamnya. Ada sesuatu yang tidak bisa dilihat tetapi begitu mengganggu. Rasa resah dan membutuhkan sesuatu, ada yang terasa kurang, tetapi apa? Hidup yang kita jalani selama ini mungkin belum memberikan makna yang berarti pada jiwa kita, kadang kita merasa kecewa walaupun banyak yang kita inginkan sudah terwujud. Kita tidak tahu apa tujuan hidup kita sebenarnya, mengapa kita bekerja, dan untuk siapa kita bekerja? Jika tujuan kita bekerja hanya untuk mendapatkan uang, kita akan kecewa karena uang yang kita terima tidak sesuai yang kita inginkan, ketika kita kuliah hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus, kita akan kecewa jika kita mendapatkan nilai yang jelek. Ketika kita bekerja dengan tujuan untuk menyenangkan isteri atau anak, kita akan kecewa kalau anak dan istri bersikap tidak seperti yang kita inginkan. Bahkan ketika kita beribadah karena hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain atau untuk mendapatkan imbalan, maka kita akan kecewa kalau orang lain tidak memberikan pujian ataupun imbalan kepada kita. Tujuan hidup yang sebenarnya adalah bukan untuk sekedar mendapatkan uang, atau nilai yang bagus, atau untuk menyenangkan anak isteri atau suami. Karena ketika kita sudah mendapatkan semuanya dan merasa tidak ada lagi yang dicari, maka kehampaan itu akan datang dan sungguh sulit untuk memenuhinya. Pertanyaan demi pertanyaan selalu ada di benak, ketika kita mencari dan mencari terus jawabannya, apa sebetulnya yang harus dikejar dalam hidup ini, agar sebuah ruang hampa di dalam hati bisa terisi. Jawaban ini baru kutemukan akhir-akhir ini. Sungguh luar biasa, aku menemukan sesuatu yang tidak pernah kutemukan sebelumnya.Ketika kaki ini bersimpuh di hadapan Allah saat menyadari terlalu banyak kesalahan yang sudah aku lakukan selama ini, bahkan kemarin-kemarin aku kadang tidak merasa bersalah atas apa yang aku lakukan, aku sadar sudah cukup lama aku hidup dalam ketidaktahuan.Allah berfirman bahwa kesalahan ataupun kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan, yang katanya sebiji sawi pun akan mendapatkan balasannya. Allah Mahaadil, kesalahan yang nampak ataupun tidak nampak di mata manusia, Allah Yang Maha Mengetahui pasti akan tahu. Berdasar dari hal tersebut, hatiku seperti dipaksa untuk melihat betapa banyak kesalahan yang telah aku lakukan. Belenggu diri yang sering menghantui hidupku, kesombongan, dan sifat takaburku telah menjadikan hambatan untuk mendapatkan makna hidup sesungguhnya. Bukankah tujuan hidup sebenarnya adalah mempersiapkan diri untuk kehidupan abadi di akhirat nanti? Bukan untuk uang, untuk anak, untuk isteri, atau untuk prestise? Subhanallah... Sungguh sesuatu yang kadang tidak kita sadari mengenai kematian yang akan mengantarkan kita kepada kehidupan abadi itu sendiri. Kematian itu pasti datang, sahabat, bahwa tiap-tiap yang berjiwa pasti akan mengalami mati. Mungkin kita tidak menyadari bahwa malaikat maut setiap dua kali sehari mengitari rumah kita, dia mencari-cari siapakah yang akan dicabut nyawanya hari itu, dia mencari-cari siapakah orang yang sudah tidak akan mendapat rejeki lagi, dan ketika dia melihat orang tertawa-tawa dia heran, bukankah orang-orang itu belum mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah. Bukankah amalan-amalannya belum cukup untuk membuat dia tenang, dan kehidupan di akhirat nanti belum tahu akan masuk kemana, surga atau neraka?Hidup kita ini berpacu dengan waktu, bisa jadi setahun lagi kita sudah meninggal, atau sebulan lagi, seminggu lagi, atau bahkan besok pagi kita sudah tidak bangun lagi, bukankah itu rahasia yang kita sama sekali tidak tahu. Perbuatan apakah yang sedang kita lakukan ketika malaikat maut mencabut nyawa kita, apakah saat itu kita sedang memberikan infaq atau sedekah kepada seorang anak yatim, atau apakah saat itu kita sedang berdzikir memuji Dia? Atau bahkan mungkinkah saat itu kita sedang asyik melakukan perbuatan yang tidak terpuji? Astaghfirullah, setiap detik sangat berharga bagi kita, berbuatlah sesuatu yang disukai Allah terus menerus, baik dalam tidur, dalam bekerja, dalam berjalan, dalam lelap maupun terjaga. Karena ketika Allah menghendaki kita kembali, tidak ada waktu sedetik pun untuk mengelak. Dia memutuskan semua rejeki kita dan memisahkan kita dari kehidupan dunia kecuali tiga hal, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo'akan orangtuanya. Bersiaplah, dan tunggulah semua itu dengan perbuatan yang disukai Allah, karena tidak ada yang bisa menjamin kita masuk surga kecuali Rahmat Allah semata, maka berlomba-lombalah untuk mendapatkan RahmatNya, cintailah Dia, sayangilah Dia, dan selalu mohon ampunlah kepadaNya karena ketika Dia menghendaki kita kembali kita tidak punya waktu lagi untuk memohon ampun. Berdo'alah agar kita disambut dengan salamNya di surga. Aamin...Wallahu a'lam
Yogyakarta, 28 Agustus 2006
DHIDA


-->

19 Keistimewaan Wanita

Posted On: 16 November 2005, 12:14 Filed In: Bacaan, Islam Action: Drop Comments Trackback URI Comments Feed
Berbahagialah wahai wanita shalehah. Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim, Ahmad, dan An-Nasa’i). Disisi lain berhati-hatilah sebab Beliau SAW juga berpesan tentang fitnah terbesar dari kaum mu, “Tidak ada suatu fitnah (bencana) yang lebih besar bahayanya dan lebih bermaharajalela-selepas wafatku terhadap kaum lelaki selain daripada fitnah yang berpunca daripada kaum wanita.” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Do’a wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
Wanita yang solehah itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang saleh.
Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.
Barang siapa yang membawa hadiah (barang, makanan dari pasar kerumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S
Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam surga.
Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.
Dari Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka.”
Surga itu di bawah telapak kaki ibu.
Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan rekannya (serta menjaga sholat dan puasanya).
Aisyah r.a. berkata, “Aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab baginda, “suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”
Perempuan apabila sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya, serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.
Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun)
Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT
Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan
Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan
Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT Dikutip dari arsip UNIC Virtual Komuniti